Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyambut positif pembentukan asosiasi ini. Menurutnya, keberadaan asosiasi dapat menjadi wadah yang menyehatkan persaingan bisnis sekaligus mengendalikan harga di pasaran.
Politisi Partai PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya bermanfaat bagi para pelaku bisnis, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, M Sadmi Al Qayum ini menegaskan Fokus utama Adibapok Kota Tanjungpinang adalah memastikan regulasi internal serta bahan kebutuhan pokok lancar dan stabil.
“Fokus utama kami adalah memastikan barang-barang penting, seperti minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya, tetap aman di Tanjungpinang. Mengingat kota ini bukan daerah penghasil, kami harus memastikan pasokan dari luar daerah tetap terjaga,” tegasnya.
Dia menuturkan saat ini jumlah distributor di Tanjungpinang mencapai 150. Sadmi berharap keberadaan asosiasi ini, diharapkan bisa menjaga ketersediaan barang sekaligus stabilitas harga.
“Selain menjaga stabilitas harga, kita juga akan fokus mencari distributor yang dapat menyuplai barang secara baik, karena Tanjungpinang bukan daerah penghasil,” jelasnya.
Pemilik D’Sayur itu, mencontohkan salah satu persoalan kelangkaan barang kebutuhan pokok, seperti, minyak goreng Minyakita, menjadi salah satu bahan pokok yang paling sering mengalami kelangkaan. Karena itu, pihaknya akan berupaya ekstra agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Tidak boleh ada lagi Bapok kita yang langka, itu semua harus tetap terpenuhi,” sebutnya.






