Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Bappeda Kepri Dorong Pembangunan Kolaboratif

Skintific

Tanjungpinang – Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aries Fhariandi, menegaskan pembangunan daerah tidak bisa berjalan hanya dengan peran pemerintah. Menurutnya, keberhasilan membutuhkan dukungan sektor swasta, organisasi nonpemerintah, dan masyarakat.

Pembangunan Harus Partisipatif

Aries menjelaskan, setiap dokumen perencanaan disusun melalui diskusi bersama pemangku kepentingan. Dengan cara itu, program yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Skintific

“Ketika membahas kemiskinan, kami mengundang LSM dan pihak terkait untuk berdiskusi. Hasilnya, program lebih tepat sasaran,” kata Aries, Kamis (18/9/2025).

Baca Juga : Pimpin Rapat Pengurus LPTQ Kota Tanjungpinang

Ia menambahkan, forum formal maupun nonformal selalu melibatkan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan berjalan partisipatif dan berkelanjutan.

Keunggulan Geostrategis Kepri

Selain partisipasi masyarakat, Aries menyoroti keunggulan posisi Kepri. Provinsi ini berada di jalur Selat Malaka sehingga memiliki kawasan perdagangan bebas, pelabuhan bebas, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Keunggulan ini jarang dimiliki provinsi lain,” tegasnya.

Keunggulan tersebut membuka peluang investasi besar, terutama di sektor pariwisata dan industri kreatif. Di sisi lain, pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 8,1 persen pada 2029–2030.

Dorongan pada Investasi dan Pariwisata

Bappeda Kepri Gelar Rakor RISDA Tahun 2025Tanjungpinang, 5 Agustus 2025 - www.kepriraya.com

Aries menilai target tersebut hanya bisa tercapai jika iklim investasi kondusif. Karena itu, ia mendorong semua pihak menciptakan suasana stabil dan harmonis.

“Kami perlu mengembangkan kawasan baru dan memperkuat sektor pariwisata. Hal ini akan meningkatkan daya saing investasi Kepri,” ucapnya.

Fokus pada Transformasi Ekonomi Biru

Selain investasi darat, Kepri juga menyiapkan strategi Transformasi Ekonomi 2025–2045. Strategi ini mengutamakan ekonomi biru dengan memanfaatkan potensi kelautan, perikanan, dan rumput laut.

Baca Juga : Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Pembangunan Kependudukan

“Pabrik pengolahan ikan sudah ada, tetapi belum berjalan maksimal. Dengan strategi ekonomi biru, sektor maritim bisa memberi dampak besar, bukan hanya bagi PAD, tetapi juga bagi masyarakat pesisir,” jelas Aries.

Harapan Ke Depan

Aries menegaskan, pemerintah daerah akan terus membuka ruang kolaborasi. Oleh karena itu, ia berharap investasi, pariwisata, industri kreatif, dan ekonomi biru mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan kerja sama semua pihak, Kepri bisa menjadi provinsi dengan daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Skintific