Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengumumkan rencana pembangunan gedung poliklinik lima lantai di RSUD Raja Ahmad Thabib. Proyek besar tersebut akan dibiayai melalui pinjam daerah senilai sekitar Rp110 miliar, baik dari pihak ketiga maupun perbankan.
Ansar menegaskan, skema pinjaman daerah dipilih untuk memastikan pembangunan dilakukan secara maksimal tanpa mengganggu alokasi anggaran rutin pemerintah daerah.
“Kita akan melakukan pinjaman daerah untuk membangun gedung poli yang besar,” kata Ansar Ahmad kepada RRI, Kamis (20/11/2025).
Pemisahan Pelayanan Menjadi Prioritas Utama
Ansar menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru ini memiliki tujuan strategis. Pemerintah ingin memisahkan layanan rawat jalan dari area rawat inap dan Unit Gawat Darurat (UGD) agar alur pelayanan pasien menjadi lebih teratur dan nyaman.
Baca Juga : Pemkot Tanjungpinang Kembangkan Desain Olahraga
Gedung baru tersebut akan difungsikan sebagai pusat layanan dokter, ruang praktik, serta area manajemen. Selain itu, bangunan lima lantai itu akan dihubungkan langsung dengan gedung eksisting melalui koridor penghubung demi memudahkan mobilitas pasien.
“Pemisahan ruangan ini penting agar masyarakat tidak bercampur aduk,” jelasnya.
Gedung Lama RSUD RAT Akan Direhabilitasi Total
Selain membangun fasilitas baru, pemerintah juga akan melakukan rehabilitasi total terhadap gedung RSUD Raja Ahmad Thabib yang ada saat ini. Perbaikan mencakup seluruh lantai bangunan, perbaikan atap yang bocor, peningkatan fasilitas toilet, hingga pembenahan ruang pelayanan.
Setelah rehab selesai, gedung lama akan difokuskan sebagai ruang rawat inap. Upaya ini juga mendukung program beasiswa pendidikan dokter yang akan mulai berjalan tahun depan.
Baca Juga : Rumuskan Desain Olahraga Daerah Lewat FGD
“Gedung yang sudah ada akan kita rehab total, khusus untuk rawat inap, termasuk juga rehab RSJKO,” ujar Ansar.
Sejalan dengan Pembangunan Rumah Sakit di Anambas
Upaya peningkatan layanan kesehatan tidak hanya dilakukan di Tanjungpinang. Pemerintah Provinsi Kepri juga sedang mempersiapkan pembangunan rumah sakit baru di Kabupaten Anambas. Proyek tersebut diperkirakan menelan biaya Rp170–180 miliar, termasuk pengadaan peralatan medis.
Menurut Ansar, pembangunan infrastruktur kesehatan secara masif menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemerataan akses layanan kesehatan di seluruh wilayah Kepri.
Dukung Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Presiden
Ansar menegaskan bahwa percepatan pembangunan fasilitas kesehatan ini selaras dengan program pemeriksaan kesehatan gratis yang digagas Presiden. Pemerintah daerah, kata dia, ingin memastikan masyarakat Kepri bisa menikmati fasilitas layanan yang nyaman, modern, dan terjangkau.
“Kita juga dorong terus program pemeriksaan kesehatan gratis dari Presiden,” tutupnya.






