Tanjungpinang – Setiap fase kehidupan memiliki peran penting dalam mencegah stunting. Karena itu, menjaga keseimbangan asupan gizi sejak usia remaja hingga masa kehamilan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, menjelaskan bahwa kasus stunting yang muncul pada anak usia enam bulan biasanya berawal dari kondisi gizi ibu saat mengandung. Bahkan, lanjutnya, kesehatan remaja perempuan sebelum menikah pun turut berpengaruh terhadap risiko stunting pada anak di masa depan.
Baca Juga: Besi Penutup Selokan Hilang di Tanjungpinang
“Stunting bisa dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan. Kondisi kesehatan ibu saat hamil dan sebelum hamil sangat menentukan tumbuh kembang bayi,” kata Rustam, Rabu (12/11/2025).
Rustam menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup dilakukan setelah anak lahir. Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah komprehensif yang dimulai sejak fase remaja. Ia menilai bahwa masa remaja adalah titik awal pembentukan kebiasaan sehat dan pemenuhan gizi yang seimbang.
“Upaya pencegahan harus dilakukan sejak remaja, sebelum menikah, saat menjadi calon pengantin, selama kehamilan, enam bulan pertama setelah kelahiran, hingga anak berusia lima tahun,” jelasnya.
Dinas Kesehatan

Sebagai langkah nyata, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang terus memperkuat edukasi gizi melalui program penyuluhan di sekolah dan puskesmas. Melalui program ini, remaja putri diharapkan memahami pentingnya menjaga pola makan seimbang, menghindari diet ekstrem, serta rutin mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, dan sumber protein.
Baca Juga : Gubernur Ansar Lantik Luki Zaiman Pj Sekda Kepri
Selain itu, Dinkes juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan memberikan dukungan moral dan informasi kepada para calon ibu. Dengan adanya kerja sama lintas sektor, diharapkan angka stunting di Tanjungpinang terus menurun.
Rustam menambahkan, “Remaja putri adalah calon ibu yang harus siap secara fisik dan mental. Jika mereka memahami pentingnya gizi sejak dini, maka risiko stunting bisa ditekan.”
Melalui berbagai edukasi dan kolaborasi lintas instansi, Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen menciptakan generasi sehat, kuat, dan bebas stunting demi masa depan daerah yang lebih baik.






